BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 08 Juli 2018

Qonun Pondok Pesantren



PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH
“NURUL HUDA”
GAYAMSARI DESA PURWASARI WANAREJA CILACAP

QONUN PONDOK PESANTREN

Pasal Kewajiban

1.             Bagi Semua santri diwajibkan ta’at dan patuh serta menjalankan Tata tertib Pondok Pesantren
2.           Bagi santri baru diwajibkan sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren beserta orang tua/wali
3.           Bagi santri baru diwajibkan mendaftarkan diri kepada pengurus selambat-lambatnya 3 x 24 jam setelah datang di Pondok Pesantren
4.           Bagi semua santri diwajibkan mengikuti sholat berjamaah berikut wiridan setiap ba’da sholat dan tahlil setiap malam jum’at
5.            Bagi semua santri diwajibkan memakai pakaian yang sopan sebagaimana layaknya seorang muslimin dan muslimat
6.           Bagi semua santri diwajibkan memakai tutup kepala ( kopyah/kerudung ) dimana saja berada
7.            Bagi semua santri diwajibkan mengikuti kegiatan Pondok Pesantren dan Madrasah diniyyah/TPQ.
8.           Bagi semua santri diwajibkan mengikuti ro’an (kerja bakti) setiap hari Ahad dan tugas piket yang telah ditentukan oleh Pengurus
9.           Bagi semua santri diwajibkan menjaga kebersihan kamar setiap saat dan merapihkan baju, kitab dan buku-buku sekolah masing-masing setiap ba’da Ashar
10.       Bagi Semua santri diwajibkan izin (mohon diri) kepada Pengasuh/keamanan jika tidak bisa (berhalangan) mengikuti kagiatan berupa apa saja.
11.         Bagi semua santri diwajibkan izin (mohon diri) kepada Pengasuh/ Keamanan, jika akan bepergian jauh melampui batas yang telah ditentukan oleh pengurus.
12.       Bagi semua santri diwajibkan membayar Infaq wajib/syahriyyah  yang telah ditentukan oleh pengurus.
13.       Bagi semua santri diwajibkan hormat, taat dan patuh kepada Pengasuh, Ustadz, Ustadzah, Pengurus dan pemerintah
14.       Bagi semua santri diwajibkan mentaati dan melaksanakan apa saja yang telah diinstruksikan oleh Pengasuh maupun pengurus, baik berupa lisan maupun tertulis.
15.        Bagi semua santri diwajibkan menghormati santri yang lebih tua dan mencium tangannya ketika bersalaman.
16.       Bagi semua santri diharuskan mengikuti kegiatan sholat sunnah/mujahadah setiap malam, pembacaan Kitab Al-Barzanji setiap malam jum’at dan Sholawat Nariyah setiap malam Senin
17.        Semua santri diwajibkan menggunakan bahasa Jawa yang halus/kromo sebagai bahasa  percakapan setiap hari.


Pasal Larangan

1.             Semua santri dilarang berbicara keras diatas jam 23.00 WIB dan waktu tidur siang
2.           Semua santri dilarang bergurau disembarang tempat terutama didalam masjid dan di Madrasah.
3.           Semua santri dilarang keluar setelah shalat maghrib baik bermaksud melakukan pembelian hajat atau main kerumah teman dsb, Kecuali ada izin dari Pengasuh atau Pengurus Pondok Pesantren.
4.           Semua santri dilarang mengikuti kegiatan diluar pondok jika tidak mendapatkan izin dari Pengasuh atau Pengurus
5.            Bagi santri yang masih duduk dibangku sekolah atau Madrasah Diniyyah dilarang merokok, memegang HP dan alat elektronik lainya.
6.           Semua santri dilarang mandi, mencuci dan hajat diluar Pondok kecuali dalam keadaan darurat
7.            Semua santri dilarang tidur dikamar tetangga atau diluar Pondok pesantren kecuali darurat
8.           Semua santri dilarang berhubungan dengan lain jenis jika tidak bermaksud faedah yang jelas dan diizini oleh Pengasuh/Pengurus.
9.           Semua santri dilarang meninggalkan tempat duduk sholat jika wiridan imam belum selesai
10.       Semua santri dilarang melakukan apa saja yang menjadi larangan agama dan negara misalnya Ghosob, mencuri, judi, mabuk – mabukan, narkoba, dll.

Sanksi – Sanksi Pelanggaran

Bagi santriwan maupun santriwati yang melanggar Tata tertib ini akan dikenakan sanksi dan hukuman sebagaimana berikut :
1.             Berupa peringatan
2.           Berupa hukuman
3.           Berupa denda
4.           Berupa skorsing
5.            Di keluarkan dari pondok pesantren

Purwasari, 20 Sawal 1439 H.
Pengasuh


( KIYAI ASY’ARI )

Senin, 12 Maret 2018

Mengenal Biografai para nabi dan rosul.


Foto Azun mauzun.
BIODATA LENGKAP 25 NABI DAN RASUL
1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.
4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.
5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.
6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.
7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.
8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.
10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.
11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.
12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.
14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.
15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.
16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.
18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.
19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.
25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Abdullah⇒ Muhammad Saw.
Usia: 63 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
Semoga bermanfaat, dan mendapat syafa'at-Nya. Amin
(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya)

Jumat, 01 Desember 2017

Maulid Nabi Muhammad saw membangun rasa mahabah kepada beliau Nabi tercinta Muhammad saw.


Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad saw 2017.

Jum'at 1 Desember 2017, bertempat di Masjid Nurul Mahmud Gayamsari, TPQ dan Madin Raoudlotul mahmud serta Pondok pesantren Nurul Huda Gayamsari mengadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan kitab al-barjanji bersama wali santri Diniyah dan TPQ, para santri sangat antausia mengikuti kegiatan ini, setelah kegiatan Pembacaan kitab Al-Barjanji selesai dilanjutkan dengan jalan-jalan mengelilingi kampung sekitar sambil membagikan sedikit makanan kepada warga. Alhamdulilah para warga pun senang menerimanya. Kegiatan semacam ini bertujuan memupuk tali persaudaraan dan rasa kemanusiaan antar sesama serta belajar bersedekah.
Sementara para wali murid mengadakan musyawarah (rapat) tiap semester membahas program-program kerja Madin dan TPQ baik yang sudah dikerjakan maupun rencana yang akan dilakukan kedepan.




Berbagi makanan dengan warga sekitar

Berbagi makanan dengan warga sekitar

Kegiatan musyawarah dengan wali santri


01Dec

Minggu, 22 Oktober 2017

Meneruskan perjuangan para suhada Indonesia dengan do'a sholawat nariyah untuk negeri.


Pembacaan Sholawat Nariyah 1 milyar, bukti kepedulian warga Nu terhadap NKRI
Gayamsari,21 Oktober 2017. Dalam rangkaian penyelenggaraan peringatan Hari Santri 22 Oktober, Pengurus Ranting NU Desa Purawasri melaksanakan beberapa kegiatan. Kegiatan itu antara lain ada yang dilakukan secara serentak dan kolosal. Salah satunya adalah kegiatan pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah.
Bertempat di Masjid Nurul Mahmud Gayamsari. Ranting NU desa Purwasrai untuk ke dua kalinya menggelar kegiatan Pembacaan Shalawat Nariyah bersama dengan jajaran pengurus ranting NU Desa Purwasari dan para warga nahdiyin desa Purwasari.
Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia jumlahnya 1 Milyar. Adapun untuk Ranting NU Desa Purwasari kebagian 4 paket @ paket yakni 4.444. (Empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali. Setiap peserta yang hadir mendapat 100 kali baca Solawat Nariyah, dengan di pandu oleh beliau Syuriyah NU Purwasari Bapak Ky.Asy'ari.
Shalawat nariyah ini dimaksud untuk mendo'akan bangsa Indonesia, sebagai wujud kecintaanya warga NU terhadap NKRI, keesokan harinya akan diadakan Upacara Dalam Rangka Hari Santri Nasional di Tingkat Ranting NU Desa Purwasari.



21Oct2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Persiapan Uapacara HASNA 2017 Ranting NU Purwasari.



DO’A UPACARA HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2017.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِى مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نِالَّذِىْ تَنْحَلُ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَآئِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آٰلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ.
YA ALLOH YA TUHAN KAMI, PERKENANKANLAH KAMI MEMOHON KEPADA-MU, DENGAN WASILAH SHOLAWAT YANG TELAH KAMI HATURKAN ATAS KEKASIH-MU, NABI DAN ROSUL-MU MUHAMMAD SAW, KELUARGA DAN PARA SHOHABATNYA, SUDILAH KIRANYA ENGKAU MENGAMPUNI DOSA-DOSA KAMI, DOSA KEDUA ORANG TUA KAMI, DOSA GURU-GURU KAMI, DOSA SAUDARA-SAUDARA KAMI, DAN JADIKANLAH KAMI SEMUA, ORANG YANG SELALU PATUH DAN TAAT ATAS SEGALA PERINTAH-MU DAN MENJAUHI SEGALA LARANGAN-MU.
YA ALLOH YANG MAHA PENGASIH, TELAH NAMPAK KERUSAKAN DIMUKA BUMI ATAS KELALAIAN KAMI, ULAH TANGAN-TANGAN KAMI, KESERAKAHAN KAMI, AMPUNILAH KAMI SEMUA, KASIHANILAH KAMI SEMUA, TURUNKANLAH RAHMAT-MU KEPADA KAMI, KEPADA BANGSA INDONESIA INI, NEGERI KAMI YANG TERCINTA, JADIKANLAH NEGERI KAMI INI, SEBAGAI NEGERI YANG SUBUR MAKMUR, GEMAH RIPAH LOH JINAWE, NEGERI YANG BALDATUN TOYYIATUN GHOFUR.
YA ALLOH YANG MAHA BIJAKSANA, TELAH BANYAK SUHADA YANG TELAH GUGUR DALAM MEDAN PERTEMPURAN, DEMI MELEPASKAN NEGERI INI DARI BELENGGU PARA PENJAJAH, MEREKA RELA MENGORBANKAN HARTA BENDA, BAHKAN JIWA DAN RAGANYA DEMI INDONESIA TERCINTA INI, TERIMALAH ARWAH PARA SUHADA YANG KEMBALI KEPADA-MU DENGAN RIDLO-MU, JADIKANLAH MEREKA SEBAGAI KUSUMA BANGSA YANG SELALU DIINGAT DI DUNIA MAUPUN DI AKHERAT, DAN JADIKANLAH KAMI SEBAGAI PENERUS PERJUANGAN MEREKA, DEMI NEGERI TERCINTA INI, BIMBINGLAH KAMI, TUNJUKKANLAH KAMI PADA JALAN YANG ENGKAU RIDLOI, JALAN YANG LURUS, YAITU JALAN PARA AMBIYA’ WAL MURSSALIN, JALAN PARA ULAMA,  SUHADA WAS SHOLIHIN, KUMPULKAN KAMI DENGAN MEREKA DI DUNIA MAUPUN DI AKHERAT.
YA ALLOH TUHAN SEMESTA ALAM, HANYA KEPADA-MU KAMI MENYEMBAH, HANYA KEPADA-MU KAMI BERSERAH DIRI, DAN HANYA KEPADA-MU KAMI MOHON PERTOLONGAN, KAMI MEMOHON KEPADA-MU ATAS PERINTAHMU, MAKA KABULKAN PERMOHONAN KAMI SESUAI ATAS JANJI-MU, KABULKAN DO’A KAMI, ENGKAULAH TUHAN YANG MAHA MENDENGAR ATAS DO’A-DO’A KAMI

رَبِّنا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُّوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ

Kamis, 19 Oktober 2017

Kenapa hari santri Nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober ?



MAKNA HARI SANTRI NASIONAL

HARI SANTRI
Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10 November 1945
Senin, 19/10/2015 17:30
[image: Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran 10
November 1945]
Jakarta, *NU Online*
Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama merupakan rangkaian panjang dalam sejarah
perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Resolusi Jihad, telah muncul
Fatwa Jihad, setelahnya, muncul pertempuran 10 November yang kemudian
ditetapkan menjadi hari Pahlawan. Berikut rangkaian sejarah perjuangan kaum
santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian menjadi
dasar lahirnya Hari Santri Nasional 22 Oktober, seperti disampaikan oleh
Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf dalam konferensi press di
gedung PBNU, Senin (19/10).
*17 Agustus 1945*
Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain
di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif
mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.
*31 Agustus 1945*
Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan
bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina
Armgard.
*17 September 1945*
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang
berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi
sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden
Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat
Islam.
*19 September 1945*
Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan
para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak
Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya
tertinggal Merah Putih.
*23-24 September 1945*
Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang
senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.
*25 September 1945*
Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah
Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur
organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara
lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan
Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat
(Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan
Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).
*5 Oktober 1945*
Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks
PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda
lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR
setempat.
*15-20 Oktober 1945*
Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang
belum menyerah dengan para pejuang.
*21-22 Oktober 1945*
PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor
Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat
inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya
mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22
Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus
menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
*25 Oktober 1945*
Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi
ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS.
Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil
Administration).
*26 Oktober 1945*
Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak
Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu
Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul
Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.
*27 Oktober 1945*
Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces
Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan
pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan
pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan
Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa
Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para
pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan
Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok
yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.
*28 Oktober 1945*
Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan
dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap
pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang
kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.
*29 Oktober 1945*
Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota
Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan
Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor
Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat
Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api
Trem OJS Joyoboyo.
*29 Oktober 1945*
Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung.
Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno
agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga,
dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad
Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan
situasi perang.
*30 Oktober 1945*
Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan
Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris
mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui
eksistensi Republik Indonesia.
*30 Oktober 1945*
Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris
menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun
sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung
tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai
kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang
menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby
tertembak dan mobilnya terbakar.
*31 Oktober 1945*
Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum
jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan
diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara,
dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.
*7-8 November 1945*
Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh
KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan
pasca ultimatum AFNEI.
*9 November 1945*
Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah
menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya
untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir,
menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung
komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas
antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak
Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo
(Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar
semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan
Allah SWT.
*10 November 1945*
Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris
mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21
tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan
mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan
Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil
menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris.